Sate Padang, Kuliner Unik dan Langka Di Jombang

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - Sate Madura, sate kambing atau sate bakicot, barangkali menjadi kuliner yang sudah dikenal dan cukup mudah didapatkan di sejumlah tempat. Namun, bagaimana dengan sate Padang?

Bisa jadi, sate Padang masih sulit ditemukan di kota santri. Di Jombang, ada satu tempat yang menyediakan menu sate Padang. Mungkin karena masih langka, tempat sate Padang ini tak pernah sepi pengunjung.

Satu-satunya tempat penyedia sate Padang di Jombang, Jawa Timur yang selalu dipadati konsumen berada di Jalan Kusuma Bangsa Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang. Tepatnya berada di selatannya Taman makam Pahlawan Kusuma Bangsa atau sampingnya kantor Satpol PP Jombang.

Afrizal (43), penjual sate Padang menuturkan, penyuka sate dari Sumatera Barat ini yang datang bukan saja dari Jombang, melainkan dari daerah lain seperti Kediri, Malang ataupun Surabaya.
Menu langka ini memang unik. Para pelanggan mengganggap sate Padang buatannya lebih gurih dan bumbunya khas. Penyuka masakan minang rela antri dan langsung memborong sate Padang bila lagi ramai.

"Mungkin sekarang saya satu-satunya penjual sate Padang di Jombang saat ini. Dulu pernah ada pedangan sate Padang di kebun rojo tapi hanya bertahan seminggu. Alhamdulilah dagangan saya sebelum jam 23.00 WIB sudah habis. Kini saya sudah punya pelanggan tetap, minimal dua hari sekali mereka kesini, gantian," jelas Afrizal, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya, kunci utama dalam bisnis sate Padang yang dirintisnya adalah bumbu yang khas dan pengelolaan daging sate yang lebih teliti. Bumbu sate yang digunakan dikirim langsung dari Sumatera Barat.

Mula-mula, daging yang telah dicuci bersih direbus diatas tungku bersama bumbu yang diracik sendiri. Daging yang sudah direbus lalu dilumuri bumbu lagi dan dibiarkan dua jam. Kemudian baru ditusuk dengan lidi.

"Sate ini berbeda, dagingnya direbus pakai bumbu dulu baru kemudian dipotong-potong dan kasih bumbu lagi. Supaya saat dibakar bumbunya semakin meresap dan tambah enak. Setiap hari saya menyiapkan satu kilo daging sapi dan satu kilo daging ayam," tambah Afrizal.

Proses pembuatan sate Padang berikutnya, pembuatan kuah sate dan ketupat. Untuk membuat ketupat, bapak dua anak ini dibantu sang istri tercinta. Salah satu perbedaan yang mencolok sate Padang dengan sate yang lainnya yaitu pada kuahnya yang lebih kental.

"Istri hanya bantu buat ketupat saja, selain itu semua saya yang mengerjakan. Karena ini kuliner warisan keluarga saya, khawatir nanti bila berbeda yang mengelola dagingnya berefek pada perubahan rasa. Masalah rasa kita sangat menjaga betul," ungkapnya.

Satu porsi sate Padang yang dijajakan Afrizal dijual dengan harga Rp. 15.000. Setiap satu porsi berisikan 8 tusuk sate untuk daging sapi dan 10 tusuk khusus daging ayam plus kuah sate, bumbu bawang dan satu ketupat. Setiap penambahan satu ketupat, pembeli harus merogoh kocek Rp. 3000 lagi. Setiap hari, sate Padang ini di buka mulai pukul 17.00-23.00 WIB atau sampai dagangannya habis. Walaupun terasa asing bagi pencinta kuliner Jombang. Namun sate Padang layak dijadikan menu alternatif ketika acara keluarga dan kumpul bareng. Dalam sebulan, ia dapat mengumpulkan uang jutaan rupiah dari sate Padang.

"Dulu saya jualan di Jalan Mimbar Pasar Legi, tapi sekarang pindah kesini dan ternyata lebih ramai. Kita jaga khawalitas dan alhamdulilah dari jualan ini bisa menghidupkan keluarga saya dan menyekolahkan anak-anak," pungkas Afrizal.(lid/die/kla)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

* Belum ada berita terpopuler.

Index Berita